Friday, July 6, 2018

Kesepian Hidup Sendirian, Kakek di China Pilih Jadi Model Telanjang

PELANGIKIUKIU
Chengdu - Seorang kakek di Sichuan, China seketika viral ketika memilih pekerjaan yang tak lazim untuk pria seumurnya. Kakek berusia 89 tahun itu menjadi model telanjang dan menjalani sejumlah pemotretan.
Dikutip dari laman South China Morning Post, Jumat (6/7/2018), dalam kurun dua kali seminggu, kakek Wang Suzhong pergi ke studio seni di Chengdu dan melepas semua pakaian dan berpose di depan kamera.
"Bentuk tubuh saya cukup baik untuk seseorang seusia saya," ujar Wang.
Sejak istrinya meninggal pada tahun 1997, Wang selama ini tinggal sendirian di sebuah flat kecil di Chengdu, China, menghabiskan waktunya memasak untuk dirinya sendiri dan mencuci pakaiannya.

Sementara itu, tak ada satupun dari anaknya yang mengurus dirinya. "Tak satu pun dari mereka memperlakukan saya seperti saya ayah mereka," kata Wang.
"Saya tidak peduli jika mereka tidak memahami saya sekarang. Mereka akan mendapat giliran ketika sudah lansia nanti."
Saat ditanya apakah anak-anaknya pernah datang untung mengajaknya tinggal bersama, si kakek malah berkata: ""Tidak, tidak pernah ... jangan bertanya lagi soal anak-anak saya."
Wang tidak khawatir tentang konotasi negatif orang lain tentang profesi barunya saat ini. Sebaliknya, ia menemukan bahwa itu memberikan obat dari kesepian yang selama ini ia rasakan.
"Apa yang saya lakukan hanyalah untuk kebutuhan seni tubuh. Saya tidak merasa malu tentang itu,"jelasnya.

"Itu membuat saya merasa tidak kesepian lagi. Ini juga menjadi sumber pemasukan bagi saya."
Jika sebelumnya kakek di China jadi model dewasa dan berani menanggalkan seluruh pakaiannya di depan kamera, beda halnya dengan dua lansia ini. Mereka viral karena gayanya yang modis.
Pasangan suami istri dari Jepang ini dikenal dengan nama Bon dan Pon.

Melihat mereka tak pelak membuat tersenyum. Gaya pakaian yang serasi dan keren serta rambut mereka yang penuh uban ternyata memberikan daya tarik tersendiri.
Dalam akun Instagram dengan tagar #lifegoals, pasangan yang berusia 60 dan 61 tahun itu mengunggah foto-foto keseharian dengan padanan yang menakjubkan.
Dilansir dari BBC, pasangan dari Jepang ini sudah menikah selama 37 tahun. Baru tiga bulan lalu mereka menciptakan akun Instagram dengan nama @bonpon511, namun keduanya langsung menjadi selebritas dengan 89.000 pengikut (dan terus bertambah).
Salah satu gaya yang mencuri perhatian di akun Instagram mereka adalah saat mengenakan busana tartan (pakaian tradisional Skotlandia). Tidak banyak pasangan yang bisa memadukannya, tapi Bon dan Pon bisa melakukannya. Keren!

Bukan hanya kecintaan terhadap keserasian berpakaian yang membuat mereka begitu menarik, namun mereka pun memiliki selera yang sempurna. Keduanya memakai baju dengan warna minimalis, potongan baju yang rapih dan dipadu dengan sepatu bergaya masa kini.
Mereka mengunggah foto-foto berbusana senada itu di Instagram dengan tagar #whitehair, #silverhairdan #over60. Postingan itu boleh jadi mengingatkan bahwa fesyen tidak mengenal batasan usia.

Lalu, mengapa mereka selalu menyeragamkan penampilan? "Sangat menyenangkan memakai pakaian yang sama dengan pasangan kita," ujar Bon.
Bon mengatakan kepada BBC bahwa mereka sangat menyukai pakaian yang sama terutama saat berlibur. Bahkan anak-anak mereka sudah mengerti.
Putri mereka memberi hadiah berupa syal yang sama.
Kadang-kadang mereka memakai pakaian yang sama sebanyak dua kali.
Dalam salah satu fotonya, Pon muncul sendirian. Namun tidak masalah, ia sedang berfoto dalam konser untuk menghormati mendiang David Bowie di Tokyo.

PELANGIKIUKIU





Tiga ABG Depok Dijadikan PSK di Kalibata City

PELANGIKIUKIU
Jajaran Reskrim Polsek Pancoran, Jakarta Selatan membongkar praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City. Perempuan yang diperdagangkan ke hidung belang masih di bawah umur.
Kanit Pancoran Iptu Anton Prihartono mengatakan, pihaknya meringkus dua muncikari. Mereka adalah Muh Nico Richardo, (20) dan MS alias Ipin, (17).
"Kami ringkus kedua pelaku di Apartemen Kalibata City pada Kamis 5 Juli 2018 sekira pukul 20.00 WIB," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/7/2018).
Anton melanjutkan, para pelaku diduga telah menjual NI, (17), IF (16), dan ASW, (15) kepada hidung belang di Apartemen Kalibata City. Anton menyebut ketiganya berasal dari kota yang sama.
"Tiga wanita yang kami sebut sebagai korban berasal merupakan warga Depok, Jawa Barat," ungkap dia.

Anton menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari kecurigan salah satu kekasih korban yang tak kunjung pulang usai dari Apartemen Kalibata City.
"Sudah lima hari IF tidak ada kabar, namun ada informasi jika yang bersangkutan ada di salah satu kamar di Tower Sakura bersama seorang bernama Ipin. Belakangan diketahui merupakan salah satu muncikari," ujar dia.
"Hal itu diketahui usai salah satu teman korban melihat Facebook Ipin," sambung dia.
Anton melanjutkan, berbekal dari informasi tersebut Unit Reskrim Pancoran melakukan penyelidikan. Penyidik menduga IF akan dijadikan pekerja seks komersial.
Penyidik lalu menghubungi Ipin melalui aplikasi chatting di Facebook. Seolah-olah akan booking PSK.

Dari situ memperoleh informasi lanjutan. Salah satu kamar di Tower Lotus yang menyediakan PSK di bawah umur.
Penyidik lantas meluncur ke lokasi. Benar saja, ada empat wanita dan enam laki laki dalam satu kamar apartemen tersebut. Namun, Ipin tidak ada di lokasi. Tapi sedang bersama IF di tower lain
"Hasil Interogasi bahwa orang yang bernama Ipin sudah pindah 3 jam yang lalu ke Tower lain bersama IF. Selanjutnya menangkap Muh Nico Richardo, dan MS alias Ipin," ungkap dia.
Anton mengatakan, hasil interogasi, pelaku mengakui menjual IK. Selain itu ada juga dua gadis di bawa umur lainnya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku digelandang ke Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka terancam dijerat pasal berlapis.
"Pasal 76i Jo pasal 88 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak dan pasal 2 Undang-Undang RI No 21 th.2007 tentang pemberantasan perdagangan orang dan atau pasal 297 KUHP," tutup dia.

PELANGIKIUKIU